Grup Chat Kelas 5B
Recap
Hari pertama Lintar di Bluecrest selesai dengan baik, tapi kotak bekal birunya pulang utuh. Lintar hanya bilang, "It's fine, Mak," dan minta besok tidak usah bawa bekal.
Senin malam, jam delapan. Rindang sedang membungkus risoles pesanan pengajian ketika ponselnya berbunyi. Sekali, dua kali, lalu tidak berhenti.
Emak: Rin, HP kamu kenapa? Kayak alarm kebakaran.
Rindang: Grup kelas, Mak. Bu Kasturi baru masukin aku.
Emak: Grup apa?
Rindang: "5B Parents." Udah tiga puluh pesan. Eh, tiga puluh empat.
Rindang mengelap tangan di celemek dan menyipitkan mata ke layar. Huruf-hurufnya kecil sekali.
Rindang: Mak, pinjem kacamata.
Emak: Kacamata Emak itu plus dua, Rin.
Rindang: Nggak apa-apa. Yang penting gede.
Dengan kacamata Emak yang melorot di hidung, Rindang membaca pelan-pelan dari atas.
Kasturi: Welcome to our new parents! Please introduce yourselves.
Seorang ibu: Hi all! New mum here.
Seorang ayah: Hello everyone! Happy to be here.
Kasturi: Quick reminder: library books go back on Wednesdays.
Seorang ibu: Does anyone know if they need a water bottle every day?
Kasturi: Yes, every day. Labelled, please.
Rindang: Lin! Sini bentar.
Lintar keluar dari kamar dengan buku gambar di tangan. Wajahnya malas.
Lintar: Apa, Mak?
Rindang: Ini apa artinya? "Labelled, please."
Lintar: Botol minumnya dikasih nama, Mak.
Rindang: Oh. Itu aja? Panjang amat bunyinya.
Lintar: Itu pendek, Mak.
Seorang ayah: Is pickup still at three on Wednesdays?
Kasturi: Wednesdays are early. Pickup is at two.
Seorang ibu: Thanks! Totally missed that.
Rindang: Lin, "early" itu apa? Pagi?
Lintar: Cepet, Mak. Hari Rabu pulangnya lebih cepet. Jam dua.
Rindang: Jam dua? Mak lagi nganter nasi kotak jam segitu.
Lintar: I can wait at the gate. Aku tunggu di gerbang aja.
Rindang: Nggak. Mak dateng. Mak atur pesanannya.
Emak: Biar Emak yang nganter nasi kotaknya, Rin. Naik ojek.
Rindang: Mak kan nggak hafal alamatnya.
Emak: Emak hafal semua alamat pengajian se-Cipondoh.
Rindang: Terus ini. Dari sekolah langsung. Ada logonya.
Bluecrest Office: Please sign and return the permission slip by Friday.
Bluecrest Office: Reminder: no school on Friday.
Rindang membaca dua pesan itu tiga kali. Lalu ia menurunkan kacamata.
Rindang: Lin, ini gimana? Suratnya harus dibalikin hari Jumat, tapi Jumat libur. Mak harus nganter ke mana? Ke rumah Mister?
Lintar: Wait, what?
Lintar mengambil ponsel dan membacanya sendiri. Keningnya berkerut.
Lintar: Yeah, that's weird.
Rindang: Tuh kan. Bukan Mak doang yang bingung.
Tiga menit kemudian, pesan baru masuk.
Bluecrest Office: Sorry, our mistake! The permission slip is due on Thursday.
Seorang ayah: Ha! I was so confused.
Seorang ibu: Same here!
Rindang: Nah! Orang bule juga bingung!
Lintar: Itu bukan bule, Mak. Itu bapak-bapak dari Bandung.
Rindang: Sama aja. Pokoknya bingung. Permission slip itu apa?
Lintar: Surat izin. Minggu depan kelas aku ke museum. It's a field trip.
Rindang: Kamu nggak bilang ada jalan-jalan.
Lintar: I forgot.
Bluecrest Office: Children should bring a packed lunch on the day.
Kasturi: We need two parent helpers for the trip. Let me know!
Seorang ayah: I can help!
Seorang ibu: Me too, if you need one more.
Rindang: Lin, "packed lunch" itu apa?
Lintar diam sebentar.
Lintar: Bekal, Mak.
Rindang: Tuh! Sekolah aja nyuruh bawa bekal.
Lintar: That's different, Mak.
Rindang: Bedanya apa?
Lintar: It just is.
Rindang: Lupa. Surat izinnya mana?
Lintar: Di tas, Mak. Nanti aku ambilin.
Rindang: Bekalnya juga di tas tadi. Utuh.
Lintar berhenti di pintu kamar. Ia tidak menoleh.
Lintar: It's fine, Mak. Aku kan udah bilang.
Rindang: Kamu udah bilang "fine". Mak belum bilang fine.
Lintar: I'm tired, Mak. Aku ngantuk.
Pintu kamar tertutup. Rindang menatap ponselnya. Empat puluh satu pesan. Semua orang di grup itu mengerti satu sama lain, dan ia tidak mengerti anaknya sendiri.
Emak: Udah, Rin. Anak laki-laki emang gitu. Nanti juga cerita.
Rindang: Kalau di grup Mak nggak ngerti, di rumah Lintar nggak cerita. Terus aku ngerti apa, Mak?
Emak: Kamu ngerti risoles. Tuh, gosong.
Lintar membuka pintu kamar sedikit.
Lintar: Is something burning?
Rindang: Nggak ada apa-apa. Tidur sana.
Lintar: Okay. Night, Mak.
Rindang meloncat ke kompor. Satu risoles hitam di pinggir. Ia memakannya sendiri, pahit, sambil menahan air mata yang tidak jelas datangnya dari mana.
Jam sembilan, telepon dari Darma. Suaranya timbul tenggelam di antara deru mesin truk.
Darma: Rin? Denger nggak? Aku di tol, deket Batang.
Rindang: Denger, Bang. Pelan-pelan nyetirnya.
Darma: Gimana Lintar hari pertama?
Rindang: Katanya "fine". Bekalnya nggak dimakan.
Darma: Hah? Kenapa?
Rindang: Nggak mau cerita. Terus grup sekolahnya English semua, Bang. Aku kayak ibu yang nggak ngerti apa-apa.
Darma: Coba bacain satu. Aku bantu.
Rindang: Abang? Bantu?
Darma: Bacain aja.
Rindang: Does anyone know if they need a water bottle every day?
Hening. Hanya bunyi truk lewat.
Darma: Yes, yes, oke.
Rindang: Bang, itu pertanyaan. Jawabannya bukan "yes, yes, oke".
Darma: Lho, tapi kan nggak salah juga. Botol minum tiap hari, bawa aja. Beres.
Rindang tertawa walau tidak mau.
Rindang: Kok bener, sih.
Darma: Tuh kan. Suamimu jenius. Apa lagi?
Rindang: Ada yang nulis See you all at pickup!
Darma: Gampang. Sampai ketemu di… pickup. Mobil pickup?
Rindang: Jemputan, Bang. Bukan mobil bak.
Darma: Ya mirip-mirip. Sama-sama jemput.
Rindang: Hati-hati, Bang. Jenius juga harus tidur.
Setelah telepon ditutup, Lintar keluar lagi membawa surat izin yang sudah lecek dan sebuah papan tulis kecil bekas. Papan itu dulu dipakai Rindang mencatat pesanan, sebelum ia pindah ke buku bersampul batik.
Lintar: Mak, ini masih dipakai?
Rindang: Nggak. Buat apa?
Lintar tidak menjawab. Ia mengambil dua magnet bentuk tomat dari pintu kulkas dan menempelkan papan itu di tengah-tengah, di antara kalender pengajian dan daftar belanja.
Lintar: Mak kesel kan, nggak ngerti grup?
Rindang: Kesel sama diri sendiri.
Lintar: Ya udah. Tiap malam aku tulis satu kalimat di sini. Yang Mak butuh buat besok. Mak hafalin satu aja.
Rindang: Satu doang?
Lintar: One sentence a day. Satu kalimat sehari. Kalau banyak, Mak nyerah.
Rindang: Mak nggak pernah nyerah. Mak cuma istirahat.
Lintar: Sure, Mak.
Ia membuka spidol hitam dan menulis besar-besar.
Noted, thank you!
Rindang: Apa itu?
Lintar: Artinya "oke, makasih infonya". Buat balas grup. Bu Kasturi sering pakai "noted".
Rindang: Noted. Kayak nama kue.
Lintar: Noted, thank you. Coba, Mak.
Rindang: Noted… thank you.
Lintar: Again. Lagi.
Rindang: Noted, thank you!
Lintar: Good. Udah. Aku tidur.
Emak memandangi papan itu lama sekali. Lalu, tanpa ada yang melihat, ia mengambil buku kecil catatan belanjanya dan menyalin kalimat itu huruf demi huruf.
Selasa malam, dapur sudah bersih. Rindang duduk di depan kulkas dengan ponsel di tangan. Di grup ada pesan baru dari Kasturi.
Kasturi: Coffee morning this Thursday, 8 a.m., at the parents' café. Please RSVP here.
Seorang ibu: I'll be there!
Seorang ayah: Count me in.
Seorang ibu: Sorry, can't make it this time.
Rindang: Lin, RSVP itu apa?
Lintar: It means tell them if you're coming. Datang atau nggak, Mak.
Rindang: Oh iya, Lin. Tadi di sekolah makan apa?
Lintar: Just bread. Roti aja.
Rindang: Roti dari mana?
Lintar: Kantin, Mak. Don't worry.
Rindang: Kamu bilang "don't worry" ke orang yang hobinya khawatir.
Lintar: Then worry less, Mak.
Rindang: Kopi pagi? Hari Kamis? Mak ada pesanan nasi kotak jam sepuluh.
Lintar: It's only at eight, Mak. It's short.
Rindang: Mak, Kamis pagi Mak bisa pegang dapur sejam?
Emak: Bisa. Kamu mau ke mana?
Rindang: Ngopi sama ibu-ibu sekolah. Pakai English.
Emak: Ngopi aja pakai English. Dulu Emak ngopi pakai gorengan.
Lintar: It's just coffee, Mak. Cuma ngopi.
Rindang: Kalau mereka nanya Mak kerja apa?
Lintar: Bilang aja I run a small catering business.
Rindang: Panjang. Mak nggak hafal.
Lintar: Catering. Just say catering.
Rindang: Katering. Itu mah bahasa Indonesia.
Lintar: See? You already know it.
Emak: Tuh, Rin. Kamu udah bisa separuh.
Rindang: Separuh yang gampang, Mak. Separuh yang susah belum.
Rindang: Mak balas sendiri. Kamu jangan lihat.
Lintar: Aku lihat dikit.
Rindang: Nggak boleh. Hadap sana.
Lintar memutar kursinya menghadap tembok, tapi matanya melirik. Rindang mengetik pelan, dengan satu jari, sambil membaca papan kulkas berkali-kali.
Rindang: Noted, thank you!
Ia menekan kirim. Lalu jempolnya meleset dan ikut mengirim stiker kucing gemuk yang sedang menari pakai sarung.
Rindang: Ya Allah! Lin! Hapusnya gimana?
Lintar: Oh no. Mak! Kenapa ada kucing joget?
Rindang: Kepencet! Cepetan!
Lintar: Twelve people already saw it, Mak. Dua belas orang udah baca.
Rindang menutup muka dengan celemek. Emak tertawa dari kamar sampai terbatuk-batuk.
Ponsel berbunyi lagi.
Seorang ibu: Haha love the cat!
Seorang ayah: Best sticker in this group so far.
Kasturi: Welcome to 5B!
Rindang: Lin, mereka marah?
Lintar: No, Mak. They love the cat.
Rindang: Terus "noted"-nya? Bener?
Lintar: Yes. It's perfect. Bener, Mak.
Seorang ibu: See you on Thursday, Lintar's mum!
Rindang: Lin, dia manggil Mak "Lintar's mum".
Lintar: That's you, Mak. Mamanya Lintar.
Rindang menurunkan celemek pelan-pelan. Pesan pertamanya dalam English. Tiga kata, ditambah satu kucing joget. Tidak ada yang menertawakannya, atau kalaupun ada, mereka tertawa bersama.
Rindang: Mak, aku balas grup sendiri!
Emak: Emak denger. Satu gang denger. Tetangga sebelah juga udah tahu kamu jadi orang bule.
Rindang: Besok tulis kalimat lagi ya, Lin.
Lintar: Yeah, yeah. Tapi Mak jangan kirim stiker lagi.
Rindang: Stikernya lucu, kok.
Lintar: It's a dancing cat in a sarong, Mak.
Rindang: Justru itu. Kucingnya sopan, pakai sarung.
Seorang ayah: Where can I get that sticker?
Rindang: Lin, dia nanya stikernya dari mana. Jawab apa?
Lintar: Mak mau jawab sendiri?
Rindang: Nggak. Hari ini jatahnya satu kalimat. Udah abis.
Lintar: Nice try, Mak. Pinter juga ngelesnya.
Lintar: Mak.
Rindang: Iya, iya.
Sebelum tidur, ponselnya bergetar sekali lagi. Bukan grup. Pesan pribadi, dari nomor yang tersimpan sebagai "Bu Kasturi Komite".
Kasturi: Come on Thursday. I'll save you a seat.
Quick Meaning
- Please sign and return the permission slip. — Tolong tanda tangani dan kembalikan surat izinnya.
- Please RSVP here. — Tolong konfirmasi datang atau tidak di sini.
- Noted, thank you! — Oke, terima kasih infonya!
- Count me in. — Saya ikut.
- Sorry, can't make it this time. — Maaf, kali ini tidak bisa datang.
Natural Phrase
- Our mistake! — cara santai sekolah mengakui salah ketik atau salah info.
- Count me in. — "saya ikut", lebih akrab daripada "I will attend".
- I'll save you a seat. — "nanti saya tempatin kursi buat kamu", ramah dan mengajak.
Pakai Besok
Saat membalas grup chat kelas:
- Noted, thank you! — Oke, makasih infonya.
- I'll be there! — Saya datang!
- Sorry, can't make it this time. — Maaf, kali ini tidak bisa.
- Is the permission slip due on Thursday? — Surat izinnya dikumpulkan hari Kamis?
- Sorry, wrong sticker! — Maaf, salah stiker!
One Line to Remember
One sentence a day.
Comprehension Check
- Kenapa dua pesan sekolah soal hari Jumat membuat bingung?
- Apa jawaban Darma lewat telepon, dan kenapa ternyata tidak salah?
- Apa kalimat pertama yang Lintar tulis di papan kulkas?
- Apa yang tidak sengaja ikut terkirim bersama balasan Rindang?
Prediction Prompt
Menurutmu kenapa Kasturi mengirim pesan pribadi ke Rindang, bukan hanya lewat grup?
Next Chapter Hook
Kamis pagi, Rindang berdiri di depan kafe orang tua dengan sekotak lemper, dan semua orang di dalam sedang tertawa dalam English.