Hari Pertama di Gerbang
Senin, jam tiga pagi. Dapur Rindang di Cipondoh sudah berasap.
Emak: Rin, lempernya udah seratus. Yang buat Lintar mana?
Rindang: Yang di kotak biru, Mak. Nasi uduk, telur, sambal dikit.
Emak: Sambalnya jangan banyak-banyak. Nanti anak orang kepedesan.
Rindang: Buat Lintar doang, Mak. Bukan buat satu kelas.
Lintar keluar dari kamar dengan seragam baru yang masih kaku.
Lintar: Mak, aku kayak mau kondangan.
Rindang: Ganteng. Anak Mak mau sekolah internasional, masa pakai kaos.
Lintar: Mak jangan bilang "internasional" terus. Malu.
Rindang: Kenapa malu? Kamu dapat beasiswa. Itu bukan hadiah dari langit. Kamu belajar.
Lintar: Okay, okay.
Emak: Lintar, jangan lupa. Kalau gurunya bule, bilang "good morning".
Lintar: Good morning, Mak.
Emak: Nah, itu. Pinter cucu Emak.
Ponsel Rindang berdering di atas meja. Nama di layar: Bang Darma.
Rindang: Halo, Bang? Udah sampai mana?
Darma: Masih di rest area, Rin. Semarang besok siang. Lintar udah siap?
Rindang: Udah. Seragamnya kegedean dikit, tapi ganteng.
Darma: Kasih HP-nya ke Lintar bentar.
Lintar: Halo, Pak.
Darma: Jagoan! Hari ini jangan takut, ya. Kalau ditanya guru, jawab aja.
Lintar: Kalau aku nggak ngerti pertanyaannya, Pak?
Darma: Bilang "yes, yes, oke". Bapak gitu terus sama bule di pelabuhan.
Lintar: Pak, itu bukan jawaban.
Darma: Tapi Bapak selamat sampai sekarang.
Rindang: Bang, jangan ngajarin yang aneh-aneh.
Darma: Iya, iya. Lintar, belajar yang bener. Bapak bangga. Good luck!
Lintar: Thanks, Pak.
Darma: Tuh kan, Bapak bisa English.
Rindang: Dua kata, Bang. Udah, hati-hati di jalan.
Emak: Rin, udah jam enam kurang. Nanti telat di hari pertama.
Rindang: Bismillah dulu. Ayo, Lin.
Jam enam lewat, motor matic merah Rindang berangkat ke Karawaci.
Gerbang Bluecrest International School tinggi dan putih. Mobil-mobil antre panjang. Pak Darusman, satpam gerbang, langsung mengenali motor itu.
Pak Darusman: Lho, Bu Rindang! Ngapain di sini? Nganter lemper?
Rindang: Nganter anak, Pak. Anak saya sekolah di sini mulai hari ini.
Pak Darusman: Masya Allah. Kelas berapa?
Lintar: Grade 5, Pak.
Pak Darusman: Grade lima. Keren. Motornya parkir di samping pos aja, Bu. Parkiran orang tua penuh.
Rindang: Makasih, Pak. Nanti sore saya bawain lemper.
Pak Darusman: Dua ya, Bu. Morning, Mam!
Rindang tertawa. Tapi begitu masuk lobi, tawanya hilang. Lantainya mengilap, udaranya dingin, dan semua orang bicara English.
Mbak Resti, staf front office, tersenyum dari balik meja.
Mbak Resti: Good morning! How can I help you?
Rindang: Eh… good morning. Saya…
Lintar: Hi, I'm Lintar Adiputra. Grade 5B. It's my first day.
Mbak Resti: Welcome, Lintar! Oh, Ibu mamanya ya? Boleh isi daftar hadir dulu, Bu. Nama dan nomor HP.
Rindang: Oh, bisa bahasa Indonesia. Alhamdulillah.
Mbak Resti: Bisa, Bu. Santai aja. Kelas 5B di lantai dua, sebelah kanan tangga. Have a great first day!
Lintar: Thank you!
Rindang menulis namanya pelan-pelan.
Rindang: Lintar, tadi kamu ngomong apa ke Mbaknya?
Lintar: Just my name and class. Cuma nama sama kelas, Mak.
Rindang: Cepet banget.
Lintar: Itu biasa, Mak.
Di lantai dua, pintu kelas 5B terbuka. Seorang laki-laki tinggi berkemeja biru menyalami setiap anak di depan pintu.
Mr. Ashdown: Morning! What's your name?
Lintar: Lintar.
Mr. Ashdown: Lintar. Great name. I'm Mr. Ashdown, your homeroom teacher.
Lintar: Nice to meet you, Mr. Ashdown.
Mr. Ashdown menoleh ke Rindang dan mengulurkan tangan.
Mr. Ashdown: Selamat pagi, Ibu. Sudah… makan?
Rindang: Hah? Sudah, Mister. Sudah.
Mr. Ashdown: Sorry. My Indonesian is terrible. Saya belajar. Pelan-pelan.
Rindang: It's okay. Bagus, Mister.
Mr. Ashdown: Are you Lintar's mum?
Rindang: Yes. Saya… mother.
Mr. Ashdown: Lovely to meet you. Is there anything I should know about Lintar?
Rindang menatap Lintar. Ada banyak yang ingin ia katakan. Lintar pendiam di tempat baru. Lintar suka menggambar truk. Lintar tidak suka dipanggil ke depan kelas. Tapi semua kalimat itu tersangkut di tenggorokan.
Rindang: Lintar, bilangin. Kamu pemalu di tempat baru. Terus suka gambar.
Lintar: Mak, jangan malu-maluin.
Rindang: Bilang aja.
Lintar: My mum says I'm a bit quiet at first. And I like drawing.
Mr. Ashdown: Quiet is fine. What do you like to draw?
Lintar: Trucks. And maps.
Mr. Ashdown: Trucks and maps. Brilliant. We'll need a map person this year.
Lintar tersenyum sedikit. Rindang ingin menambahkan sesuatu, tapi ia tidak tahu harus mulai dari mana.
Rindang: Mister… sorry. English saya…
Mr. Ashdown: Take your time.
Rindang: Apa, Lin?
Lintar: Pelan-pelan aja, katanya.
Rindang: Saya mau bilang sendiri, tapi nggak bisa. Lin, gimana bilangnya?
Lintar: Bilang apa, Mak?
Rindang: Boleh nggak saya ngomong pakai kata-kata saya sendiri.
Lintar: Can I say it in my own words?
Mr. Ashdown: Of course. Tentu, Ibu.
Rindang: Lintar… good boy. Tapi… kalau ada apa-apa… call me. Bisa?
Mr. Ashdown: Absolutely. I'll call you if anything comes up.
Rindang: Thank you. Makasih, Mister.
Mr. Ashdown: Pickup is at three. Jam tiga, Ibu.
Rindang: Jam tiga. Okay.
Lintar masuk ke kelas dan duduk di bangku kedua dekat jendela. Ia tidak menoleh ke belakang. Rindang berdiri di lorong lebih lama dari yang seharusnya.
Seorang perempuan dengan blazer krem dan map plastik bening berjalan cepat ke arahnya.
Kasturi: Hi! Are you a 5B parent?
Rindang: Yes. Eh, iya. 5B.
Kasturi: Oh, orang Indonesia. Syukurlah. Saya Kasturi, mamanya Anindya. Saya pegang komite orang tua kelas ini.
Rindang: Rindang, Bu. Mamanya Lintar.
Kasturi: Bu Rindang, isi ini, ya. Nama, nomor HP, nama anak. Nanti saya masukkan ke grup kelas. Semua info sekolah lewat situ.
Rindang: Grupnya pakai bahasa apa, Bu?
Kasturi: Campur. Kebanyakan English. Don't worry, it's all simple stuff.
Rindang: Simple buat Ibu, kali.
Kasturi tertawa pendek, lalu melihat jam tangannya.
Kasturi: Noted. Saya harus ke kelas 5A. See you around!
Rindang: See you!
Kasturi sudah pergi sebelum Rindang selesai mengucapkannya.
Di tangga, Rindang berpapasan dengan seorang bapak berkacamata yang menggendong tas bergambar dinosaurus dan berbicara cepat di telepon.
Sebastian: No, no, I packed his lunch. Well, I bought his lunch. Same thing.
Rindang tidak mengerti semuanya, tapi kata "lunch" ia tahu. Ia tersenyum sendiri. Setidaknya bekal Lintar dibuat dengan tangan, bukan dibeli.
Pak Darusman: Gimana, Bu? Anaknya udah masuk?
Rindang: Udah, Pak. Nggak nengok sama sekali.
Pak Darusman: Bagus itu, Bu. Berarti berani.
Rindang: Yang nggak berani emaknya, Pak. Tadi gurunya ngomong, saya cuma bisa "yes".
Pak Darusman: Sama, Bu. Saya tiap hari cuma "morning, Mam", "morning, Sir". Tiga tahun di sini.
Rindang: Terus kalau ditanya yang lain?
Pak Darusman: Saya tunjuk ke Mbak Resti.
Rindang: Wah, saya juga nanti tunjuk Mbak Resti.
Seharian itu Rindang mengantar pesanan kantor, memotong daun pisang, dan menghitung kotak nasi. Setiap setengah jam ia melirik ponsel. Tidak ada telepon dari sekolah.
Emak: Rin, kamu udah lima kali lihat HP.
Rindang: Enam, Mak.
Emak: Kalau ada apa-apa, pasti ditelepon.
Rindang: Iya. Tapi kalau gurunya telepon pakai English, aku jawab apa?
Emak: Jawab aja "yes, yes".
Rindang: Itu cara Bang Darma, Mak. Makanya dia sering salah jalan.
Jam tiga kurang sepuluh Rindang sudah di gerbang lagi, dengan dua lemper untuk Pak Darusman. Anak-anak keluar berombongan. Lintar keluar paling akhir.
Mr. Ashdown ikut mengantar anak-anak sampai gerbang. Ia melambai ke Rindang.
Mr. Ashdown: Hi again! He had a good first day.
Rindang: Good? Bagus?
Mr. Ashdown: Yes. He drew a map of the whole school. It's on our wall now.
Rindang: Lin, apa katanya?
Lintar: Aku gambar peta sekolah, Mak. Ditempel di tembok.
Rindang: Really? Wah. Thank you, Mister.
Mr. Ashdown: He's still a bit quiet, but that's normal on day one.
Rindang: Normal. Oke. Normal.
Mr. Ashdown: See you tomorrow, Lintar!
Lintar: See you tomorrow, Mr. Ashdown.
Mr. Ashdown: And you too, Mrs.…?
Rindang: Rindang. My name is Rindang.
Mr. Ashdown: Rindang. Got it. See you tomorrow, Rindang.
Rindang: See you… tomorrow.
Pak Darusman menerima dua lemper dan mengacungkan jempol.
Pak Darusman: Tuh, Bu. Udah bisa ngobrol sama Mister.
Rindang: Ngobrol apaan, Pak. Cuma nyebut nama.
Pak Darusman: Good job, Mam.
Rindang: Bapak tahu dari mana kata itu?
Pak Darusman: Dari Mister-nya, Bu. Tiap sore dia bilang gitu ke saya.
Rindang: Lin, "see you tomorrow" itu sampai ketemu besok, kan?
Lintar: Yep. See you tomorrow.
Rindang: See you tomorrow, Pak Darusman!
Pak Darusman: See you tomorrow, Mam! Don't forget the lemper!
Rindang: Nah, itu Bapak bisa panjang.
Pak Darusman: Kalau soal lemper, Bu, English saya lancar.
Rindang: Gimana, Nak? Seru?
Lintar: It was fine.
Rindang: Apa itu?
Lintar: Biasa aja, Mak.
Rindang: Gurunya baik?
Lintar: He's nice.
Rindang: Temennya?
Lintar: Ada.
Rindang: Siapa?
Lintar: Banyak. Ayo pulang, Mak. Panas.
Rindang: Tadi Mister-nya ngomong apa aja?
Lintar: Aturan kelas. Be kind. Be on time. Try your best.
Rindang: Artinya?
Lintar: Baik sama orang, jangan telat, usaha yang terbaik.
Rindang: Wah, itu aturan Mak di dapur.
Lintar: Iya, Mak. Bedanya di dapur Mak teriak.
Rindang: Mak nggak teriak. Mak semangat.
Lintar: Sure, Mak.
Rindang: Itu nyindir, ya?
Lintar: Nggak. Itu artinya "iya deh".
Rindang: Terus tadi Mister manggil Mak "Rindang" aja. Nggak pakai Ibu. Nggak sopan, ya?
Lintar: Di sini biasa, Mak. Guru manggil orang tua pakai nama. Temen-temen juga manggil aku Lintar, bukan Mas.
Rindang: Kamu kan emang bukan Mas.
Lintar: Mak ngerti maksudku.
Rindang: Terus Mak harus manggil dia apa? Crispin?
Lintar: Jangan, Mak! Mr. Ashdown. Itu aja.
Rindang: Mister Ashdown. Susah amat namanya. Kayak nama keripik.
Lintar tertawa untuk pertama kalinya hari itu. Rindang ikut tertawa, lega.
Di rumah, Rindang membuka tas Lintar untuk mencuci kotak bekal. Kotak biru itu terasa berat. Ia membuka tutupnya. Nasi uduk, telur, dan sambal masih di tempatnya. Tidak tersentuh sedikit pun.
Rindang: Lin, bekalnya kok nggak dimakan?
Lintar diam di depan TV. Emak berhenti mengaduk santan.
Rindang: Nggak enak? Kepedesan?
Lintar: No, it's not that.
Rindang: Terus kenapa? Kamu nggak makan seharian?
Lintar: Aku nggak lapar.
Rindang: Dari jam enam sampai jam tiga nggak lapar?
Lintar menarik napas. Ia masih memandang TV.
Lintar: It's fine, Mak. Besok nggak usah bawa bekal, ya.
Quick Meaning
- Take your time. — Pelan-pelan saja, tidak usah buru-buru.
- Can I say it in my own words? — Boleh saya bilang dengan kata-kata saya sendiri?
- Pickup is at three. — Jemputnya jam tiga.
- I'll call you if anything comes up. — Saya telepon kalau ada apa-apa.
- It was fine. — Biasa saja / baik-baik saja.
Natural Phrase
- Lovely to meet you. — "senang bertemu", khas British, hangat.
- Is there anything I should know about…? — cara guru bertanya soal kebutuhan anak.
- Noted. — "dicatat", singkat, sering dipakai di grup dan rapat.
Pakai Besok
Saat mengantar anak di hari pertama:
- Good morning. I'm Lintar's mum. — ganti dengan nama anakmu.
- He's a bit quiet at first. — Ia agak pendiam di awal.
- What time is pickup? — Jemputnya jam berapa?
- Please call me if anything comes up. — Tolong telepon saya kalau ada apa-apa.
- Sorry, slowly please. — Maaf, pelan-pelan ya.
One Line to Remember
Take your time.
Comprehension Check
- Siapa yang menerjemahkan kalimat Rindang untuk Mr. Ashdown?
- Apa yang Lintar suka gambar?
- Apa kata Kasturi soal grup chat kelas?
- Apa yang Rindang temukan di kotak bekal biru?
Prediction Prompt
Menurutmu kenapa bekal Lintar tidak disentuh sama sekali?
Next Chapter Hook
Malam itu grup "5B Parents" berbunyi empat puluh kali, dan Rindang tidak mengerti satu pun pesannya.