🎁 Bab 1–3 gratis di semua buku
BAB 3 · English ±40%

Makan Siang Jatah Traktir

Kalimat berwarna biru adalah bahasa Inggris. Baca pelan-pelan, artinya ada di bagian bawah bab.

Dina mengetuk baris itu dengan ujung pulpen.

Dina: Mbak. Ini apa?

Kirana: Catatan lama.

Dina: Rina, two and a half million, May. Mbak Rina pinjam?

Kirana: Iya. Buat deposit kos sama servis motor.

Dina: That was months ago.

Kirana: She said two months.

Dina: Did she pay anything back?

Kirana: Belum.

Dina: Not even a little?

Kirana: Din, dia lagi sibuk. Hotelnya lagi rame.

Dina: Sibuk itu bukan jawaban, Mbak. Itu jadwal.

Kirana: Kamu kebanyakan baca buku pedagogi.

Dina: Mbak pernah nanya ke dia?

Kirana: Pernah. Sekali. Bulan Juli. Dia bilang lagi nunggu bonus.

Dina: Terus bonusnya?

Kirana: Mbak nggak nanya lagi. Nggak enak, Din. Kami temenan dari kelas sepuluh. Dia yang nemenin Mbak waktu Bapak meninggal.

Dina terdiam sebentar. Ia juga ingat. Mbak Rina pulang dari Jakarta naik bus malam dan menginap tiga hari, membantu Ibu menyiapkan tahlilan.

Dina: Iya. Aku inget. Mbak Rina baik.

Kirana: Makanya.

Dina: Tapi orang baik juga bisa lupa, Mbak. Dan Mbak juga boleh inget.

Dina: Jadi semalam dia chat soal apa?

Kirana: Besok Mbak shift pagi, Din.

Dina: Ganti topik lagi. Kali ini pakai jadwal shift.

Kirana diam. Dina menghela napas, lalu membuka halaman baru.

Dina: Okay. I won't push. Tapi ini masuk daftar.

Kirana: Jangan ditulis. Kayak nagih.

Dina: It's not a bill. It's just a fact. Bukan tagihan. Cuma fakta.

Kirana: Then write it small.

Dina: Same size as everything else.

Dina menulis: Rina — 2,5 jt — Mei — belum kembali. Hurufnya sama besar dengan listrik.

Dina: Satu lagi. Jumat makan siang Bang Jaka, kan? Biasanya Mbak yang bayarin es teh satu tim.

Kirana: Itu tradisi, Din.

Dina: Tradisi yang bikin Mbak makan nasi kecap. What if you just say no?

Kirana: Nggak enak.

Dina: In English, then. Coba.

Kirana: I'll… pass this time?

Dina: Jangan pakai tanda tanya. Kayak minta izin.

Kirana: I'll pass this time.

Dina: Good. Short. No speech. Pendek. Nggak usah pidato.

Hari Jumat pagi, antrean chat penuh pelanggan yang menunggu promo akhir bulan.

Pelanggan: Hi, is the discount code still working?

Kirana: Hi! Which code do you have?

Pelanggan: The one from your email. It says it's not valid.

Kirana: Let me take a look. Oh, that one ended yesterday at midnight.

Pelanggan: Seriously? I was going to buy shoes for my son.

Kirana: I'm sorry. There's a smaller one running until Sunday. Want me to send it?

Pelanggan: Yes, please. Better than nothing.

Puspa: Lo tuh kalau sama pelanggan selalu ada "plan B". Sama diri sendiri, plan A doang: bayarin semua orang.

Kirana: Plan A aku bagus, Pus.

Puspa: Plan A lo bikin lo makan nasi kecap. Gue lihat, ya, tiap tanggal tua.

Kirana: Kamu ngawasin bekal aku?

Puspa: Gue ngawasin semua bekal di lantai ini. Itu hobi.

Jam sebelas lewat, Puspa berdiri di samping meja Kirana sambil memegang ponsel.

Puspa: Woi, tim! Makan siang Bang Jaka. Mal sebelah, jam dua belas. Ayam bakar.

Tiga kepala menoleh ke Kirana. Seperti biasa.

Puspa: Kir, es teh kayak biasa, kan? Delapan gelas.

Kirana menelan ludah. Buku hijau ada di tasnya. Ia hampir bisa mendengar suara Dina.

Kirana: I'll pass this time.

Puspa: Hah? Pass? Lo nggak ikut?

Kirana: Nggak ikut. Not this week.

Puspa: Lo sakit?

Kirana: No, I'm fine. Cuma…

Kalimat panjang sudah berbaris di kepalanya: tagihan listrik, atap Ibu, semester Dina. Ia menutup mulut.

Kirana: Cuma nggak ikut, Pus.

Puspa: Oke. Gue nanya doang. Nggak usah pucat gitu.

Kirana: Aku nggak pucat.

Puspa: Lo kayak abis ditilang. Santai, Kir. Es tehnya gue yang pesen, patungan.

Bang Jaka lewat membawa kotak kue dari istrinya.

Bang Jaka: Kirana nggak ikut?

Kirana: Selamat ulang tahun, Bang. Maaf, kali ini nggak ikut.

Bang Jaka: No worries. Next time. Doain aja betah di billing.

Kirana: Aamiin, Bang.

Bang Jaka: Tahun lalu kamu yang bayarin es teh, kan? Makasih, lho. Belum sempat bilang.

Kirana: Ah, itu kecil, Bang.

Bang Jaka: Kecil-kecil kalau tiap bulan ya gede juga. Udah, simpen duitnya.

Ia menunggu ada yang tersinggung. Tidak ada. Tim berangkat sambil tertawa soal ayam bakar.

Jam dua belas, Kirana berjalan ke masjid di belakang gedung. Ia salat Zuhur di bagian perempuan, lalu memasukkan lima ribu dari kaleng biskuit ke kotak infak. Di teras masjid ia membuka bekal: nasi, telur dadar setengah, kecap.

Ponselnya bergetar. Pesan dari Puspa: foto ayam bakar, lalu satu kerupuk dibungkus tisu di sebelahnya.

Puspa: Kerupuk jatah lo. Gue amanin.

Kirana tertawa sendirian di teras masjid.

Jam dua, telepon di mejanya berbunyi.

Kirana: Lumora support, Kirana speaking.

Pelanggan: Hi. I need a refund for a jacket. Today, if possible.

Kirana: Sure. What's the problem with it?

Pelanggan: The size is wrong. I wore it once, just to try.

Kirana: I see. When did it arrive?

Pelanggan: Twelve days ago, I think. So it's a yes, right?

Kirana: Let me check the terms before I confirm.

Pelanggan: Can't you just say yes? Your colleague said yes last time.

Kirana: I'd rather give you the right answer than a fast one.

Pelanggan: Okay. Fine.

Kirana membuka ketentuan pengembalian. Ia membaca dua kali, seperti membaca tagihan listrik.

Kirana: Thanks for waiting. You're still inside the return window, so yes, you can return it.

Pelanggan: Great.

Kirana: The tags need to be on, though. Are they?

Pelanggan: Yeah, they're on.

Kirana: Then you're good. I'll email you the return label now.

Pelanggan: Thanks. Sorry I was pushy.

Kirana: That's okay. Have a good weekend.

Puspa: Lo tadi beneran nggak apa-apa, kan? Gue kira lo marah sama Bang Jaka.

Kirana: Nggak, Pus. Kenapa marah?

Puspa: Ya biasanya lo yang paling semangat. Lo yang pesenin, lo yang bayarin, lo yang fotoin.

Kirana: Bulan ini aku lagi ngirit aja.

Puspa: Oh. Bilang dong dari kemarin. Gue juga ngirit tiap bulan. Makanya gue bawa bekal nyokap.

Kirana: Bekal kamu enak terus, Pus.

Puspa: Nyokap gue masak kayak mau kondangan. Besok gue bawain semur jengkol. Lo pasti nolak.

Kirana: Pasti.

Puspa: Tuh. Nolak semur jengkol aja lo lancar. Nolak traktiran baru belajar.

Puspa mencondongkan badan lagi, masih bau asap ayam bakar.

Puspa: Tadi lo bilang apa? "Cek ketentuan dulu sebelum konfirmasi"?

Kirana: Iya. Biar nggak janji yang nggak bisa ditepati.

Puspa: Pinter. Nggak bilang iya, nggak bilang nggak.

Odette berhenti di belakang kursi mereka.

Odette: Nice call. You didn't promise before you checked.

Kirana: Thanks.

Odette: By the way, I saw your name on the sheet.

Kirana: Oh. You saw that.

Odette: Just barely. It was tiny.

Puspa: She wrote it with a very small pen.

Odette: Bigger next time, Kirana.

Kirana: Okay. Bigger.

Setelah Odette pergi, Kirana membuka buku hijau di halaman belakang dan menulis: "Let me check the terms before I confirm." Di bawahnya ia menambahkan dengan pensil: Bukan cuma buat pelanggan.

Jam setengah lima ponselnya bergetar di atas meja. Di layar: Rina.

Puspa: HP lo bunyi.

Kirana: Iya.

Puspa: Nggak diangkat?

Kirana: Lagi nulis catatan kasus.

Getaran itu berhenti. Lalu masuk pesan.

Rina: Kir, call me when you can? 🙏

Kirana membalik ponsel, layar menghadap meja.

Puspa: Siapa? Pacar?

Kirana: Temen SMA.

Puspa: Temen SMA kok lo lihatin kayak tagihan.

Kirana: Kerja, Pus.

Habis Magrib, Kirana sampai di kontrakan. Dina sedang memotong karton untuk micro-teaching di lantai ruang tengah.

Dina: So? Did you pay for everyone?

Kirana: No. I passed.

Dina: Wait. You actually said it?

Kirana: Word for word. "I'll pass this time."

Dina: And what happened?

Kirana: Nothing. Puspa said okay. She even saved me a cracker.

Dina: See? Nobody got mad. Nggak ada yang marah, kan?

Kirana: Bang Jaka tetap ulang tahun. Ayam bakarnya tetap dimakan.

Dina: Dunia masih muter. Berapa yang selamat?

Kirana: Delapan es teh. Kira-kira dua porsi nasi padang.

Dina: Write it down.

Kirana: Masa ditulis? Kan nggak jadi keluar.

Dina: Yes. Money you didn't spend counts too.

Kirana menulis di buku hijau: Jumat — traktir 0. Dina menggambar bintang kecil di sebelahnya.

Dina: Terus atap Ibu? Mbak katanya mau telepon Ibu.

Kirana: Udah. Tadi pagi di Transjakarta.

Dina: Terus? Pak Kasdi bilang berapa?

Kirana: Pak Kasdi baru mau naik ke atap besok. Kayunya mau dicek dulu.

Dina: Oke. Terus Mbak bilang apa ke Ibu?

Kirana: Mbak bilang, "Nanti Kirana kirim, Bu. Aman."

Dina menatap kakaknya lama, tanpa berkata apa-apa.

Kirana: Iya, iya. Mbak tahu.

Dina: Mbak belum tahu angkanya, tapi udah bilang aman. Itu kayak bilang "lulus" sebelum ujian.

Kirana: Besok Mbak telepon lagi. Beneran.

Dina: Dan jangan bilang aman.

Kirana: Terus bilang apa?

Dina: Yang bener. Kita latihan nanti.

Dina: Terus Mbak Rina?

Kirana: She called. I didn't pick up.

Dina: Why not?

Kirana: Karena Mbak belum tahu mau ngomong apa.

Dina: That's okay. Just don't wait too long. Makin lama, makin berat ngomongnya.

Kirana: Kamu ngomong kayak orang tua.

Dina: Aku calon guru, Mbak. Setengah orang tua.

Kirana: I know.

Dina: Mbak, karton ini tolong pegangin. Aku mau gambar jam dinding buat ngajar "what time is it".

Mereka mengerjakan karton itu sampai azan Isya terdengar dari musala gang. Kirana salat, lalu berbaring di kamar belakang dengan ponsel di tangan. Ia membuka chat Rina, mengetik "maaf tadi", lalu menghapusnya.

Jempolnya pindah ke Instagram. Di paling atas ada story Rina, diunggah dua jam lalu.

Foto secangkir kopi dengan gambar daun di busanya, di meja marmer sebuah kafe mahal di Menteng. Di pojok, satu kalimat: "Treat yourself."

Quick Meaning

  • I'll pass this time. — Kali ini aku nggak ikut dulu.
  • Let me check the terms before I confirm. — Saya cek ketentuannya dulu sebelum memastikan.
  • Not even a little? — Sedikit pun belum?
  • I won't push. — Aku nggak akan maksa.
  • Bigger next time. — Lain kali lebih besar.

Natural Phrase

  • No worries. Next time. — "santai, lain kali saja", menerima penolakan dengan ringan.
  • Nice call. — "keputusan bagus", pujian singkat untuk langkah yang tepat.
  • Word for word. — "persis kata per kata".

Pakai Besok

Saat ingin menolak ajakan kecil tanpa alasan panjang:

  • I'll pass this time. — Kali ini aku nggak ikut dulu.
  • Not this week. — Minggu ini nggak dulu.
  • No, I'm fine. I'm just not going. — Aku baik-baik aja, cuma nggak ikut.
  • Let me check before I say yes. — Aku cek dulu sebelum bilang iya.
  • Can I get back to you tomorrow? — Aku kabari besok, ya?

One Line to Remember

I'll pass this time.

Comprehension Check

  • Apa yang Dina tulis di buku hijau setelah menemukan baris lama soal Rina?
  • Bagaimana reaksi Puspa dan Bang Jaka saat Kirana tidak ikut makan siang?
  • Kalimat apa yang Kirana pakai sebelum mengonfirmasi refund jaket?
  • Kenapa Kirana tidak mengangkat telepon Rina?

Prediction Prompt

Rina belum mengembalikan pinjaman, tapi mengunggah kopi di kafe mahal. Menurutmu, apa yang Kirana rasakan — marah, sedih, atau bingung?

Next Chapter Hook

Pagi berikutnya Kirana menelepon Kebumen lebih awal dari biasa — kali ini ia sudah menyiapkan kalimat yang bukan "aman".