Enam Kantong Sampah
Recap
Kotak berpita ternyata berisi tteok, kue beras pindahan, dan Bu Marlina juga dapat, hanya tertutup pot bunga. Malamnya Seoyeon bertanya lewat chat: hari apa sampah diangkut, karena ia sudah menyiapkan enam kantong.
Selasa, jam lima tiga puluh pagi. Bening keluar membawa tong sampahnya sendiri dan langsung berhenti di tengah jalan.
Di depan pagar abu-abu No. 7, enam kantong plastik berjajar di atas tanah. Setiap kantong diberi kertas bertulisan tangan: PLASTIC, PAPER, CANS, FOOD. Tong hijau baru dari pasar berdiri kosong di sebelahnya, tutupnya masih terbungkus plastik.
Kantong keenam sudah robek. Kulit bawang dan tulang ayam berserakan sampai ke got. Seekor kucing belang duduk di atasnya.
Bening: Aduh. Hush! Hush!
Pintu No. 7 terbuka. Seoyeon keluar dengan jaket di atas piyama, rambutnya belum diikat. Wajahnya langsung pucat.
Seoyeon: Oh no. Oh no, no.
Bening: It's okay. It's just a cat.
Seoyeon: I put them out last night. Was that wrong?
Bening: Sebentar, sebentar. Not wrong. Just too early.
Seoyeon: Too early?
Bening: The cats here work at night.
Seoyeon berjongkok dan mulai memunguti kulit bawang dengan tangan kosong.
Bening: Wait, wait. Use this.
Bening memberinya sarung tangan karet dari saku daster. Seoyeon memandangnya dengan kagum.
Seoyeon: You carry gloves in your pocket?
Bening: Every Tuesday. Sekretaris RT, Bu. Harus siap.
Seoyeon: I feel so bad. It's our first week.
Bening: Don't worry. Last year my trash bag broke in front of Pak Harsono's car.
Seoyeon: Really?
Bening: Really. He still remembers.
Suara motor terdengar dari ujung jalan. Gerobak motor Mas Rohmat berbelok masuk Blok C, penuh kantong dari Blok B. Ia berhenti di depan No. 7 dan menatap enam kantong itu lama.
Mas Rohmat: Wah. Ini sampah apa pameran, Mbak?
Bening: Tetangga baru, Mas. Dari Korea. Dipilah semua.
Mas Rohmat: Dipilah? Buat apa? Nanti di gerobak juga campur lagi.
Bening: Jangan ngomong gitu dulu, Mas. Kasihan, dia sudah kerja keras. Semalam pasti dia nulis label satu-satu.
Mas Rohmat: Iya sih, rapi banget. Rumah saya aja nggak serapi ini, Mbak. Istri saya kalau buang sampah, kantongnya satu buat semua. Sampai sandal jepit juga masuk.
Bening: Makanya, Mas. Kita yang harus belajar sedikit dari dia.
Mas Rohmat: Belajar boleh, Mbak. Asal jangan disuruh baca bahasa Inggris.
Mas Rohmat mengangkat kantong berlabel PAPER dan membaca kertasnya dengan dahi berkerut.
Mas Rohmat: Pa… per. Kertas ya, Mbak?
Bening: Kertas.
Mas Rohmat: Nah. Bilang ke Ibunya, kardus sama kertas mending dipisah aja, dilipat, taruh di samping tong. Biasanya saya kumpulin, dijual lagi.
Seoyeon: What is he saying? Is he angry?
Bening: No, he's not angry. He can sell paper and boxes.
Seoyeon: Oh! So sorting is good here too?
Bening menimbang jawabannya. Ia tidak mau berbohong.
Bening: Paper and boxes, yes. The rest… honestly, it all goes in the same truck.
Seoyeon: Ah, I see. Back home, food waste goes in a separate bin.
Bening: Here it's not that neat. But the PKK has a waste bank. Bank sampah.
Seoyeon: Waste bank? Like a real bank?
Bening: Kind of. Botol plastik bersih dibawa ke sana, nanti dicatat di buku.
Seoyeon: Everything here has a book.
Mas Rohmat: Mbak, tolong bilangin satu lagi. Sisa makanan diikat yang kenceng, dobel kantong kalau bisa. Terus jangan ditaruh di tanah. Masukin tong, tutup. Kucing sini pinter-pinter.
Bening: Tie the food bags tight. And put everything in the bin. Close the lid.
Seoyeon: When should I put it out?
Bening: Mas, jam berapa sebaiknya taruh di luar?
Mas Rohmat: Pagi aja, Mbak, sebelum jam enam. Saya lewat Selasa, Kamis, Sabtu. Kadang telat kalau hujan. Kalau saya belum datang, tongnya jangan dimasukin lagi. Biarin aja di depan, nanti saya ambil.
Bening: Siap, Mas. Nanti saya tulis juga di WhatsApp, biar dia bisa baca ulang.
Bening: In the morning, before six. Tuesday, Thursday, Saturday.
Seoyeon mengetik semuanya di ponsel. Lalu ia menoleh ke Mas Rohmat dan membungkuk dalam-dalam.
Seoyeon: Terima kasih. Maaf. Sorry for the mess.
Mas Rohmat kaget dan ikut membungkuk sampai topinya hampir jatuh.
Mas Rohmat: Okay, Mister! Eh, Mbak. Eh, Ibu. Sama-sama! Nggak usah minta maaf, Bu. Kucingnya yang salah. Nanti kucingnya saya tegur.
Bening: Mas, kucingnya punya siapa sih? Tiap Selasa ada terus.
Mas Rohmat: Punya semua orang, Mbak. Yang ngasih makan satu blok. Makanya gendut.
Ia mengangkat kantong-kantong itu ke gerobak dan pergi sambil tertawa sendiri. Seoyeon menatap Bening.
Seoyeon: He called me Mister.
Bening: He calls everyone Mister. Even the cats, probably.
Jam enam lewat seperempat, Satya keluar dengan tali sepatu terlepas. Yerin keluar dari No. 7 dengan seragam biru dan Bori di tas.
Satya: Bunda, Yerin mau ke mana?
Bening: Ke gerbang depan. Bus sekolahnya jemput di situ.
Satya: Kok dia sekolahnya naik bus? Aku kok jalan kaki?
Bening: Sekolahnya jauh, Sat. TK kamu kan cuma di sebelah gerbang.
Satya: Aku juga mau naik bus.
Bening: Kalau naik bus, kamu harus bangun jam lima. Mau?
Satya: Nggak jadi.
Seoyeon: Is your son's school near the gate?
Bening: Right next to it.
Seoyeon: Can we walk together? I only know the way to the market.
Bening: Of course. Let's go.
Mereka berjalan berempat melewati pos ronda. Satya di depan, sok memimpin.
Seoyeon: How do you say this?
Ia menunjuk tong sampah di depan rumah-rumah Blok B.
Bening: Sampah.
Seoyeon: Sam… pah. Sampah.
Bening: Perfect. Tapi jangan kebalik jadi "sapah", Bu. Itu lain lagi.
Seoyeon: Sampah. Not sapah. Got it.
Satya menoleh dan tertawa.
Satya: Bunda, tante itu ngomongnya kayak Bunda waktu ngomong English. Pelan banget.
Bening: Iya. Makanya jangan diketawain. Nanti kalau kamu belajar bahasa Korea, kamu juga pelan.
Seoyeon: I want to learn one Indonesian word every day. Can you teach me? On this walk?
Bening: Okay. One word a day. But then I have a request.
Seoyeon: Anything.
Bening: I speak English with you. All the way to the gate. Even if I'm wrong.
Seoyeon: Only until the gate?
Bening: Only until the gate. After the gate, I'm tired.
Seoyeon: Deal. And if you make a mistake, I won't laugh.
Bening: Satya will laugh.
Seoyeon: Then Yerin will laugh at his shoes.
Seoyeon tertawa dan mengulurkan kelingkingnya. Bening memandanginya bingung sesaat, lalu mengaitkan kelingkingnya sendiri.
Seoyeon: It's a promise. That's how kids do it in Korea.
Bening: Here too.
Satya menoleh ke belakang.
Satya: Bunda, kenapa jari kelingkingan? Bunda janji apa?
Bening: Rahasia orang gede.
Satya: Nanti aku tanya Yerin.
Bening: Yerin juga nggak bakal kasih tahu. Dia anak baik.
Satya: Aku juga anak baik, Bunda. Cuma lebih rame.
Satya melambat sampai sejajar Yerin. Yerin menunjuk kaki Satya.
Yerin: Your shoe.
Satya: Hah?
Yerin: Your shoe. It's open.
Satya berjongkok dan mengikat talinya asal-asalan.
Satya: Makasih.
Yerin: …Makasih.
Seoyeon dan Bening saling pandang dan pura-pura tidak mendengar.
Di gerbang depan, bus kuning Yerin sudah menunggu. Bening mengantar Satya ke TK, lalu kembali. Seoyeon masih di sana.
Ponsel Bening bergetar. Pak Harsono menelepon.
Pak Harsono: Mbak Bening, pagi. Saya dengar dari Mas Rohmat, tadi ada pameran sampah di C-7.
Bening: Sudah beres, Pak. Sudah saya jelaskan jadwalnya.
Pak Harsono: Nah, begini. Saya sudah bicara dengan pengurus. Mulai hari ini Mbak Bening resmi jadi penghubung warga asing RT 04. Nanti saya umumkan di grup.
Bening: Penghubung? Pak, saya kan cuma bisa English email. Ngomongnya masih suka kebalik-balik, Pak. Tadi saja saya bilang kucing di sini kerja malam.
Pak Harsono: Tadi pagi bisa jelaskan sampah, kan? Sampah itu yang paling susah, Mbak. Iuran sama lomba mah gampang.
Bening: Tugasnya apa saja, Pak?
Pak Harsono: Ya seperti tadi. Kalau ada pengumuman di grup, tolong diterjemahkan buat mereka. Kalau mereka bingung aturan, Mbak yang jelaskan. Kalau warga bingung sama mereka, Mbak juga yang jelaskan.
Bening: Dua arah ya, Pak.
Pak Harsono: Dua arah. Kayak kantor pos. Surat masuk, surat keluar. Nanti saya tulis di buku notulen, biar resmi.
Bening: Baik, Pak. Dicatat.
Bening menutup telepon dan menghela napas. Seoyeon memandangnya.
Seoyeon: Is everything okay?
Bening: I have a new job. I'm the… connector. For foreign residents.
Seoyeon: Foreign residents. That's us. Then I'm sorry. And thank you.
Sabtu pagi, sebelum jam enam, Bening keluar membawa tongnya. Tong hijau No. 7 sudah tertutup rapat. Kardus-kardus terlipat di sampingnya. Teras rumah itu sudah disapu, bahkan daun kering di pojok pagar sudah hilang.
Seoyeon melambai dari jendela, lalu keluar dengan piyama.
Seoyeon: Bening! Did you clean our porch?
Bening: Me? No…
Seoyeon: Don't be shy. Thank you.
Bening ingin membantah, tapi gerobak Mas Rohmat sudah terdengar. Dari balik pagar No. 6, Bu Marlina menjulurkan kepala.
Bu Marlina: Wah, rapi sekarang tong sampahnya, Mbak. Kardusnya dilipat segala.
Bening: Iya, Bu. Selasa kemarin sudah saya jelaskan. Terus terasnya ada yang nyapu subuh-subuh. Ibu lihat siapa?
Bu Marlina: Saya subuh lagi ngukus kue, Mbak. Nggak lihat apa-apa. Paling Mas Rohmat, dia kan rajin.
Bening: Mungkin, Bu.
Ia menulis kecil di buku batiknya: Sabtu, teras No. 7 bersih. Siapa?
Kamis malam berikutnya, jam delapan, pagar hijau diketuk pelan. Minjae berdiri di bawah lampu jalan, masih berkemeja kerja, memeluk map cokelat.
Minjae: Sorry, Bening. Can we talk about the monthly fee? I brought a folder.
Quick Meaning
- Too early. — Terlalu pagi.
- food waste — sisa makanan
- Tie the bags tight. — Ikat kantongnya kencang.
- Close the lid. — Tutup tutupnya.
- waste bank — bank sampah
Natural Phrase
- Sorry for the mess. — minta maaf karena sudah bikin berantakan.
- Here it's not that neat. — jujur bilang "di sini nggak serapi itu".
- Only until the gate. — batas yang jelas untuk sebuah janji.
Pakai Besok
Saat menjelaskan jadwal sampah ke tetangga baru:
- The garbage comes on Tuesday, Thursday, and Saturday, before six. — Sampah diangkut Selasa, Kamis, Sabtu, sebelum jam enam.
- Please put it in the bin and close the lid. — Tolong masukkan ke tong dan tutup.
- Fold the boxes and leave them next to the bin. — Lipat kardusnya, taruh di samping tong.
- Don't put it out at night. The cats will open it. — Jangan ditaruh malam, nanti dibongkar kucing.
One Line to Remember
Only until the gate.
Comprehension Check
- Kenapa kantong keenam Seoyeon robek?
- Sampah apa yang menurut Mas Rohmat sebaiknya dipisah?
- Apa kesepakatan Bening dan Seoyeon di jalan pagi ke gerbang?
- Apa arti Close the lid.?
Prediction Prompt
Siapa yang menyapu teras No. 7 Sabtu subuh — Mas Rohmat, atau orang lain?
Next Chapter Hook
Minjae membuka mapnya di teras Bening. Di dalamnya ada daftar pertanyaan bernomor, dan pertanyaan pertama tentang iuran.