🎁 Bab 1–3 gratis di semua buku
BAB 1 · English ±30%

Truk di Depan Pagar

Kalimat berwarna biru adalah bahasa Inggris. Baca pelan-pelan, artinya ada di bagian bawah bab.

Sabtu, jam tujuh pagi. Blok C Griya Teratai Asri biasanya masih sepi. Pagi ini ada truk besar di depan rumah No. 7, rumah berpagar abu-abu yang kosong hampir setahun.

Bening berdiri di teras dengan daster dan ponsel di tangan. Grup WhatsApp RT 04 sudah ramai sejak subuh.

Pak Harsono: Selamat pagi warga Blok C. Hari ini ada warga baru di C-7. Keluarga dari Korea. Mohon dibantu dan disambut dengan baik.

Bu Marlina: Korea yang di TV itu, Pak?

Pak Harsono: Korea Selatan, Bu. Suaminya kerja di pabrik Cikarang. Mbak Bening, tolong didata ya. Formulirnya di map biru. Mbak Bening kan bisa English.

Bening: Pak, saya bisanya English email kantor ekspedisi. Itu juga sudah lima tahun lalu.

Pak Harsono: Lebih baik daripada saya. Saya bisanya "yes" sama "thank you". Itu pun kadang ketuker.

Bu Marlina: Saya malah cuma bisa senyum. Nanti saya senyum aja, Mbak Bening yang ngomong.

Bening menaruh ponsel. Prabu keluar sambil menyeruput kopi.

Prabu: Wah, tetangga baru. Dari mana?

Bening: Korea. Dan Pak RT nyuruh aku yang data.

Prabu: Ya bagus dong. Kamu kan jago.

Bening: Jago dari mana? Minggu lalu Satya ngetawain aku gara-gara aku bilang "I am go to school".

Prabu: Terus dia bilang apa?

Bening: Dia bilang, "Bukan gitu, Bunda. Yang bener nggak pakai am." Anak enam tahun, Mas. Belajarnya dari video di HP kamu.

Prabu tertawa sampai kopinya hampir tumpah.

Prabu: Ya udah, anggap aja latihan. Kalau salah, paling mereka juga nggak ngerti bahasa kita.

Bening: Itu justru yang bikin aku takut. Kalau aku salah, nggak ada yang bisa betulin.

Ponsel Bening berdering. Pak Harsono menelepon.

Pak Harsono: Mbak Bening, maaf pagi-pagi. Saya masih di rumah sakit nganter istri kontrol, jadi nggak bisa ke Blok C sekarang.

Bening: Nggak apa-apa, Pak. Ibu sehat?

Pak Harsono: Sehat, cuma kontrol rutin. Begini, Mbak. Tolong nanti ditanyakan tiga hal saja. Nama lengkap semua anggota keluarga, nomor HP yang bisa dihubungi, dan fotokopi paspor buat arsip RT. Sisanya pelan-pelan.

Bening: Tiga hal. Dicatat, Pak.

Pak Harsono: Terus jadwal sampah juga dikasih tahu, ya. Jangan sampai kayak penghuni lama, sampahnya numpuk seminggu terus dikerubungi kucing.

Bening: Iya, Pak. Tapi kalau saya salah ngomong gimana?

Pak Harsono: Salah ngomong ya diulang, Mbak. Saya dulu di kantor pos tiap hari salah tulis alamat, tetap sampai juga suratnya. Kebanyakan.

Bening tertawa kecil. Telepon ditutup.

Ia mengambil buku tulis bersampul batik dan menulis beberapa kalimat dengan huruf rapi. Satya muncul dengan kaus dinosaurus.

Satya: Bunda nulis apa?

Bening: Kalimat buat tetangga baru. Sebentar, sebentar. Bunda hafalin dulu.

Satya: Coba baca.

Bening: "Good morning. My name is Bening. I am the secretary of this neighborhood."

Satya: Kok kayak robot?

Bening: Satya.

Satya: Kayak robot yang lagi upacara.

Dari balik pagar sebelah No. 7, kepala Bu Marlina muncul.

Bu Marlina: Mbak Bening! Udah mau ke sana?

Bening: Iya, Bu. Ibu ikut aja, biar kenalan.

Bu Marlina: Nanti, nanti. Saya lagi ngukus kue. Lagian saya nggak ngerti mereka ngomong apa. Nanti Mbak ceritain ya. Semuanya.

Bening menyeberang jalan dengan Satya menempel di belakangnya. Seorang laki-laki berkemeja kotak-kotak bicara dengan sopir truk. Di teras, seorang perempuan berambut pendek menyusun sandal. Di balik kakinya, seorang anak perempuan memeluk boneka kelinci biru.

Perempuan itu membungkuk kecil.

Seoyeon: Annyeonghaseyo. Eh, maaf. Selamat pagi.

Bening: Selamat pagi!

Bening membuka buku tulisnya dan membaca pelan-pelan.

Bening: Good morning. My name is Bening. I am the secretary of this neighborhood. Welcome to the neighborhood.

Seoyeon: Thank you so much. I'm Seoyeon. Choi Seoyeon.

Bening: Seo… Sorry, one more time?

Seoyeon: Seo-yeon. Just Seoyeon is fine.

Bening: Seoyeon. Nice to meet you.

Seoyeon: Nice to meet you too. This is Yerin. Yerin-a, say hello.

Anak itu menyembunyikan wajah di balik boneka.

Seoyeon: Sorry. She's a little shy.

Bening: Nggak apa-apa. Ini Satya, anak saya.

Satya mengangkat dinosaurusnya tinggi-tinggi.

Satya: T-Rex! Ini T-Rex, bukan buaya!

Bening: Satya, dia belum tanya.

Satya: Biar dia nggak salah, Bunda.

Laki-laki berkemeja kotak-kotak datang sambil mengusap keringat.

Minjae: Hello, hello! Good morning. I'm Minjae. Yoon Minjae.

Bening: Bening. I'm the neighbor. Across the street.

Ia menunjuk rumah berpagar hijau di seberang.

Minjae: Oh, the green one. Very nice.

Seoyeon melihat jalan yang tertutup setengah. Motor tukang sayur menunggu di belakang truk.

Seoyeon: The truck is blocking the road. Is this okay?

Bening: It's okay. Only today.

Seoyeon: Are you sure? I don't want to be a bother.

Bening: Pindahan memang begitu, Bu. Semua orang pernah. Eh… It's normal.

Seoyeon: Ah, I see.

Tukang sayur akhirnya lewat sambil membunyikan klakson dan melambai. Minjae membalas dengan membungkuk.

Minjae: Pak! Maaf, maaf!

Bening: Wah, Bapak bisa bahasa Indonesia?

Minjae: Sedikit. Maaf, terima kasih, hati-hati. That's all.

Bening membuka map biru.

Bening: I need… data. For the RT.

Minjae: RT?

Bening: RT itu… sebentar, sebentar.

Halaman buku tulisnya tidak punya kalimat tentang RT.

Bening: RT is like… a small group of houses. I help the leader. Pak Harsono.

Minjae: Ah, like a neighborhood office.

Bening: Yes! Like that. I need a copy of your passport. And your phone number.

Minjae: No problem. Can I give it tomorrow?

Bening: Tomorrow is fine.

Bening berusaha bicara cepat, dan kalimatnya tabrakan.

Bening: And garbage… the garbage is… come on Tuesday, Thursday, Satur…

Ia berhenti. Wajahnya panas. Minjae mengangkat tangan dan tersenyum.

Minjae: Slowly is fine. Pelan… pelan-pelan. My Indonesian is very slow too.

Bening tertawa, dan napasnya ikut turun.

Bening: The garbage truck comes on Tuesday, Thursday, and Saturday. In the morning.

Minjae: Good, good.

Seoyeon mencatat di ponselnya.

Seoyeon: Where do we put it?

Bening: In front of the gate. In a bin. Ada yang jual tong sampah di pasar, nanti saya tunjukkan.

Seoyeon: Pa… sar? The market?

Bening: Iya, pasar. Dekat gerbang depan, belok kiri. Pagi-pagi ramai, siang sudah sepi. Kalau mau, besok pagi kita ke sana sama-sama.

Seoyeon: Tomorrow morning? Really?

Bening: Beneran. Really. Sekalian saya belanja sayur.

Seoyeon menyentuh lengan Bening pelan.

Seoyeon: Please, come in. Just for a minute.

Seoyeon melepas sandal di teras. Bening ikut melepas sandal. Satya langsung masuk dengan sepatu.

Bening: Satya! Sepatunya dilepas dulu!

Satya: Oh iya, lupa.

Satya menaruh sepatunya miring. Yerin, tanpa bicara, meluruskannya.

Di dalam, kardus di mana-mana. Seoyeon memberikan segelas air dengan dua tangan. Bening menerimanya dengan dua tangan juga, tanpa berpikir.

Seoyeon: It's only water. Sorry.

Bening: Air aja udah cukup, Bu. Beneran.

Seoyeon: We don't know anyone here. So thank you for coming.

Bening: You know me now. Sekarang Ibu kenal saya.

Seoyeon: Can I ask one more thing? Our neighbor, number six. She looked at us a lot.

Bening menahan tawa.

Bening: Bu Marlina? She's just curious. Penasaran.

Seoyeon: Pena… sar… penasaran. Oke.

Seoyeon: One more question. Sorry. Where can we buy water? The big bottle?

Bening: Galon? Di warung Mas depan pos ronda. Bisa diantar ke rumah. They can deliver.

Seoyeon: They deliver? Great.

Bening: Nanti saya kirim nomornya lewat WhatsApp. Sekalian nomor Pak RT dan jadwal sampah, biar nggak lupa.

Seoyeon: Thank you. You're very kind.

Bening: Ah, biasa aja, Bu. Di sini tetangga memang begitu. Nanti Ibu juga bakal direpotin balik, tenang aja.

Seoyeon: Sorry, I didn't get that.

Bening: Later… you help me too.

Seoyeon: Deal.

Di sudut ruangan, Satya menaruh T-Rex di lantai. Yerin mendekat dengan kelinci birunya.

Satya: Namanya siapa?

Yerin: …Bori.

Satya: Bori. Kalau ini Rex. Rex nggak gigit kok. Cuma kadang.

Yerin menaruh Bori di sebelah Rex. Mereka tidak bicara lagi, tapi tidak ada yang pergi.

Minjae: Wow. They're friends already. Faster than us.

Bening: Jauh lebih cepat. Much faster.

Bening pulang dengan Satya. Bu Marlina sudah menunggu di pagar dengan tangan masih bertepung.

Bu Marlina: Gimana, Mbak? Orangnya galak nggak?

Bening: Baik banget, Bu. Istrinya namanya Seoyeon, suaminya Pak Minjae. Anaknya perempuan, seumuran Satya.

Bu Marlina: Tadi dia lihatin rumah saya terus lho.

Bening: Dia malah bilang Ibu yang lihatin dia terus.

Bu Marlina: Lho. Ya saya kan penasaran.

Bening: Nah, itu. Sama-sama penasaran.

Bu Marlina: Terus mereka di sini lama?

Bening: Katanya dua tahun, Bu. Kontrak kerja suaminya.

Bu Marlina: Anaknya sekolah di mana? Masa di TK depan?

Bening: Kayaknya sekolah internasional. Nanti saya tanya pelan-pelan, Bu. Hari ini baru kenalan.

Bu Marlina: Ya sudah. Kalau mereka butuh apa-apa, bilang saya juga. Saya cuma nggak bisa ngomongnya, bukan nggak mau bantu.

Bening: Nanti saya sampaikan, Bu. Kata-kata persis.

Di rumah, Bening menulis di buku batiknya: RT = neighborhood office. Slowly is fine.

Prabu: Gimana, Sekretaris?

Bening: Aku lupa separuh hafalan. Tapi mereka ngerti.

Prabu: Itu namanya berhasil.

Prabu: Tapi kok mukamu masih tegang?

Bening: Aku mikir, Mas. Besok-besok pasti ada urusan lagi. Iuran, sampah, lapor tamu. Masa tiap kali aku buka buku tulis dulu?

Prabu: Ya buka aja. Pak RT juga buka buku kalau rapat.

Bening: Pak RT kan ngomongnya bahasa Indonesia.

Prabu: Terus kenapa? Tadi yang bapaknya bilang apa? Pelan-pelan nggak apa-apa, kan?

Bening diam sebentar, lalu mengangguk.

Satya: Bunda tadi masih kayak robot. Tapi robot yang baik.

Sore harinya, saat mengangkat jemuran, Bening melihat kotak kecil berbungkus kain dan berpita di atas pagar hijau. Ia belum sempat membukanya ketika ponselnya bergetar.

Bu Marlina: Mbak Bening, itu kotak apa ya di pagar Mbak? Dari rumah sebelah? Hati-hati lho, Mbak.

Quick Meaning

  • Welcome to the neighborhood. — Selamat datang di lingkungan kita.
  • The truck is blocking the road. — Truknya menghalangi jalan.
  • Slowly is fine. — Pelan-pelan saja tidak apa-apa.
  • I don't want to be a bother. — Saya tidak mau merepotkan.
  • across the street — di seberang jalan

Natural Phrase

  • Is this okay? — minta izin atau memastikan tidak mengganggu.
  • Sorry, one more time? — minta orang mengulang nama atau kalimat.
  • I'll show you later. — "nanti saya tunjukkan", janji membantu.

Pakai Besok

Saat menyambut tetangga baru:

  • Hi, I'm your neighbor. I live across the street. — Hai, saya tetangga Anda, rumah saya di seberang.
  • If you need anything, just knock. — Kalau perlu apa-apa, ketuk saja.
  • The garbage truck comes on Tuesday, Thursday, and Saturday. — Truk sampah datang Selasa, Kamis, dan Sabtu.
  • Could you send me a copy of your ID? — Bisa kirim fotokopi identitas Anda?

One Line to Remember

Slowly is fine.

Comprehension Check

  • Kenapa Pak Harsono menyuruh Bening mendata warga baru?
  • Apa yang dikatakan Minjae saat kalimat Bening mulai kacau?
  • Hari apa saja truk sampah datang?
  • Apa arti across the street?

Prediction Prompt

Menurutmu, apa isi kotak berpita di pagar Bening, dan siapa yang menaruhnya?

Next Chapter Hook

Kotak itu berisi sesuatu yang lembut dan manis, dan sebuah kartu tulisan tangan. Tapi Bu Marlina sudah terlanjur bertanya-tanya di grup.